TafsirSurah An-Nazi'at. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 1. Demi (Malaikat-Malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras, 2. dan (Malaikat-Malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah lembut, 3. dan (Malaikat-Malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, 4. dan (Malaikat-Malaikat) yang mendahului dengan kencang, Padakali ini, kita akan melihat surah dan dalil-dalil didalam Al-Quran yang menyebut mengenai pertanian. contoh-contoh ayat al-quran yang menyebut tentang tumbuhan; 1. Surah Al-baqarah ayat ke-71: Musa berkata: "Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula TB(1974) ©. SABDAweb Hag 2:21 (2-22) "Katakanlah kepada Zerubabel, q bupati Yehuda, begini: Aku akan menggoncangkan r langit dan bumi 1 AYT (2018) "Berbicaralah kepada Zerubabel, gubernur Yehuda, begini: 'Aku akan mengguncangkan langit dan bumi. KomikAlkitab : ALLAH MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI Kejadian 1-2 Pada mulanya Firman adalah Allah. Allah itu adalah Tuhan Yesus. Hari ke-1. Tuhan menciptakan terang dan gelap. Hari ke-2. Tuhan menciptakan cakrawala. Hari ke-3. Tuhan menciptakan darat, laut dan tumbuhan. Hari ke-4. Tuhan menciptakan matahari, bulan dan bintang. Hari ke-5. Tuhan menciptakan binatang di air, udara dan darat. Hari Juz20. Surat An-Naml |27:60| Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. (Al-A'raf: 187) Yakni amat berat pengetahuan hari kiamat itu bagi penduduk langit dan bumi. Dan sesungguhnya ada sebagian orang yang bodoh tentang urusan Allah Kalausaja penduduk negeri itu beriman kepada apa yang dibawa oleh para rasul, melakukan pesan- pesan mereka dan menjauhi larangan Allah, maka niscaya mereka akan Kami berikan sejumlah keberkahan dari langit dan bumi berupa hujan, tanaman, buah-buahan, binatang ternak, rezeki, rasa aman dan keselamatan dari segala macam bencana. . 12Nasihat supaya bertekun dalam iman121-17 1Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 3Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. 4Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. 5Ayb. 517; Ams. 311-12 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak”Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan,dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; 6karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya,dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” 7Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? 8Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. 9Selanjutnya dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? 10Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. 11Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. 12 Yes. 353 Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; 13dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. 14Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. 15Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. 16Kej. 2529-34 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. 17Kej. 2730-40 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air jawab yang berat1218-29 18 Kel. 1916-22, 2018-21; Ul. 411-12, 522-27 Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, 19kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, 20Kel. 1912-13 sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini ”Bahkan jika binatang pun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu.” 21Ul. 919 Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata ”Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar.” 22Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, 23dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, 24Kej. 410 dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel. 25 Kel. 2022 Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia, yang berfirman. Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Allah di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga? 26Hag. 27 Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji ”Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” 27Ungkapan ”Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. 28Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 29Ul. 424 Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan. Terjemahan Baru Bible © Indonesian Bible Society 1974, Selebihnya Tentang Alkitab Terjemahan Baru Sungguh, Tuhanmu, Pemelihara dan Pembimbingmu, adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa atau periode, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy sesuai dengan kebesaran dan keagunganNya. Dia menutupkan malam dengan kegelapannya kepada siang yang mengikutinya dengan cepat sehingga begitu siang datang, ketika itu juga malam pergi. Semua makhluk-Nya termasuk matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan, yakni menetapkan ukuran tertentu bagi ciptaan dan segala urusan, menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh permulaan ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari masa. Dialah Pemilik, Penguasa dan Pengaturnya, Dialah Tuhan yang berhak disembah dan kepada-Nya manusia harus meminta pertolongan. Walaupun yang disebutkan dalam ayat ini hanya langit dan bumi saja, tetapi yang dimaksud ialah semua yang ada di alam ini, karena yang dimaksud dengan langit ialah semua alam yang di atas, dan yang dimaksud dengan bumi ialah semua alam di bawah, dan termasuk pula alam yang ada di antara langit dan bumi sebagaimana tersebut dalam firman-Nya Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. al-Furqan/25 59 Adapun yang dimaksud dengan enam hari ialah enam masa yang telah ditentukan Allah, bukan enam hari yang kita kenal ini yaitu hari sesudah terciptanya langit dan bumi, sedang hari dalam ayat ini adalah sebelum itu. Berikut ini penjelasan arti enam hari dalam ayat ini menurut para ilmuwan Menurut Marconi 2003 penjelaskan keenam masa tersebut sebagai berikut Masa Pertama, yakni masa sejak 'Dentuman Besar Big Bang dari Singularity, sampai terpisahnya Gaya Gravitasi dari Gaya Tunggal Superforce, ruang-waktu mulai memisah. Namun Kontinuum Ruang-Waktu yang lahir masih berujud samar-samar, dimana energi-materi dan ruang-waktu tidak jelas bedanya. Masa Kedua, masa terbentuknya inflasi Jagad Raya, namun Jagad Raya ini masih belum jelas bentuknya, dan disebut sebagai Cosmic Soup Sup Kosmos. Gaya Nuklir-Kuat memisahkan diri dari Gaya Elektro-Lemah, serta mulai terbentuknya materi-materi fundamental quarks, antiquarks, dan sebagainya. Jagad Raya mulai mengembang. Masa Ketiga, masa terbentuknya inti-inti atom di Jagad Raya ini. Gaya Nuklir-Lemah mulai terpisah dengan Gaya Elektromagnetik. Inti-inti atom seperti proton, netron, dan meson tersusun dari quark-quark ini. Masa ini dikenal sebagai masa pembentukan inti-inti atom Nucleosyntheses. Ruang, waktu serta materi dan energi, mulai terlihat terpisah. Masa Keempat, elektron-elektron mulai terbentuk, namun masih dalam keadaan bebas, belum terikat oleh inti-atom untuk membentuk atom yang stabil. Masa Kelima, terbentuknya atom-atom yang stabil, memisahnya materi dan radiasi, dan Jagad Raya, terus mengembang dan mulai nampak transparan. Masa Keenam, Jagad raya terus mengembang, atom-atom mulai membentuk aggregat menjadi molekul-molekul, makro-molekul, kemudian membentuk proto-galaksi, galaksi-galaksi, bintang-bintang, tata-surya tata surya, dan planet-planet. Adapun mengenai lamanya sehari menurut agama hanya Allah yang mengetahui, sebab dalam Al-Qur'an sendiri ada yang diterangkan bahwa sehari di sisi Allah sama dengan seribu tahun, dalam firman-Nya yang disebutkan Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. al-hajj/22 47 Dan ada pula yang diterangkan lima puluh ribu tahun seperti dalam firman-Nya Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun. al-Ma'arij/70 4 Ada beberapa hadis yang menunjukkan bahwa hari yang enam itu ialah hari-hari kita sekarang di antaranya yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata "Rasulullah memegang tanganku lalu bersabda, "Allah menciptakan tanah pada hari Sabtu, menciptakan bukit-bukit pada hari Ahad, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang tak baik pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, menciptakan gunung-gunung pada hari Kamis, dan menciptakan Adam pada hari Jum'at sesudah Asar, merupakan ciptaan terakhir, pada saat terakhir itu antara waktu asar dan permulaan malam". Riwayat Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah Hadis ini ditolak oleh para ahli hadis karena bertentangan dengan nash Al-Qur'an. Dari segi sanadnya pun hadis ini adalah lemah karena dirawikan oleh Hajjad bin Muhammad al-Ajwar dari Juraij yang sudah tidak waras di akhir hayatnya. Menurut al-Manar hadis ini termasuk hadis-hadis Israiliyat yang dibikin oleh kaum Yahudi dan Nasrani dan dikatakan dari Rasulullah saw. Pada ayat-ayat yang lain diterangkan lebih terperinci lagi tentang masa-masa penciptaan langit dan bumi seperti terdapat dalam firman Allah Katakanlah, "Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? Itulah Tuhan seluruh alam." Fushshilat/41 9 Allah menciptakan gunung-gunung yang kokoh di atas bumi. Dia memberkahi dan menentukan kadar makanan penghuninya dalam empat masa yang sama cukup sesuai bagi siapa yang memerlukannya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan bumi itu masih merupakan asap, Allah berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka atau terpaksa. Keduanya menjawab, "Kami datang dengan suka." Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan kepada tiap-tiap langit urusannya. Dan kami hiasi langit yang terdekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui. Dari ayat-ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut bumi yang berasal dari gumpalan-gumpalan yang kelihatan seperti asap adalah dua masa dan penciptaan tanah, bukit-bukit, gunung-gunung serta bermacam-macam tumbuh-tumbuhan dan bintang dalam dua masa pula. Dengan demikian sempurnalah penciptaan bumi dan segala isinya dalam empat masa. langit yang berasal dari gumpalan-gumpalan kabut itu dengan segala isinya dalam dua masa pula. Adapun bagaimana prosesnya kejadian langit dan bumi. Al-Qur'an tidak menjelaskannya secara terperinci dan kewajiban para ahli untuk menyelidikinya dan mengetahui waktu atau masa yang diperlukan untuk masing-masing tahap dari tahap-tahap kejadiannya. Kemudian setelah selesai penciptaan langit dan bumi, Allah bersemayam di atas Arsy mengurus dan mengatur semua urusan yang berhubungan dengan langit dan bumi sesuai dengan ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Tentang bagaimana Allah bersemayam di atas Arsy-Nya dan bagaimana Dia mengatur semesta alam ini tidaklah dapat disamakan atau digambarkan seperti bersemayamnya seorang raja di atas singgasananya karena Allah tidak boleh dimisalkan atau disamakan dengan makhluk-Nya. Namun hal ini harus dipercayai dan diimani dan hanya Allah sendiri Yang Mengetahui bagaimana hakikatnya. Para sahabat Nabi tidak ada yang merasa ragu dalam hatinya mengenai bersemayam-Nya Allah di atas Arsy. Mereka meyakini hal itu dan beriman kepada-Nya tanpa mengetahui bagaimana gambarannya. Demikianlah Imam Malik berkata ketika ditanyakan kepadanya masalah bersemayamnya Allah di atas Arsy sebagai berikut, "Bersemayamnya Allah adalah suatu hal yang tidak asing lagi, tetapi bagaimana caranya tidak dapat dipikirkan." Kerasulan itu adalah dari Allah dan kewajiban Rasul ialah menyampaikan, maka kewajiban manusia ialah membenarkannya. Demikianlah pendapat dan pendirian ulama-ulama dari dahulu sampai sekarang, maka tidak wajar manusia memberanikan diri untuk menggambarkan bersemayam-Nya Allah di atas Arsy-Nya. Na'im bin Ahmad guru Imam al-Bukhari berkata tantang hal itu, "Orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya adalah kafir, orang yang mengingkari sifat Allah sebagaimana diterangkan-Nya dalam kitab-Nya adalah kafir, dan tiadalah dalam sifat Allah yang diterangkan-Nya atau diterangkan Rasul-Nya sesuatu penyerupaan. Maka barang siapa yang menetapkan hal-hal yang diterima dari hadis yang sahih sesuai dengan keagungan Allah dan meniadakan sifat-sifat kekurangan bagi-Nya, maka sesungguhnya dia telah menempuh jalan yang benar. Selanjutnya Allah menerangkan bahwa Dialah yang menutupi siang dan malam sehingga hilanglah cahaya matahari di permukaan bumi dan hal ini berlaku sangat cepat. Maksudnya malam itu selalu mengejar cahaya matahari telah tertutup terjadilah malam dan di tempat yang belum terkejar oleh malam, matahari tetap meneranginya dan di sana tetaplah siang. Demikianlah seterusnya pergantian siang dengan malam atau pergantian malam dengan siang. Dalam ayat lain Allah berfirman Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun. az-Zumar/39 5 Hal ini terjadi karena bumi yang berbentuk bulat selalu berputar pada sumbunya di bawah matahari. Dengan demikian, pada permukaan bumi yang kena cahaya matahari terjadilah siang dan pada muka bumi yang tidak terkena cahayanya terjadilah malam. Kemudian Allah menerangkan pula bahwa matahari, bulan dan bintang semuanya tunduk di bawah perintah-Nya dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan. Semuanya bergerak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan dan di antaranya tidak ada yang menyimpang dari aturan-aturan yang telah ditentukan itu. Dengan demikian terjadilah suatu keharmonisan dan keserasian dalam perjalanan masing-masing sehingga tidak akan terjadi perbenturan atau tabrakan antara satu dengan yang lainnya, meskipun di langit terdapat bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya yang jumlahnya tak terhingga. Semua itu adalah karena Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. Mahasuci Allah Tuhan semesta alam. Hanya Allah yang patut disembah, kepada-Nya setiap hamba harus memanjatkan doa memohon karunia dan rahmat-Nya dan kepada-Nya pula setiap hamba harus bersyukur dan berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Sungguh amat jauh kesesatan orang yang mempersekutukan-Nya dengan makhluk-Nya dan memohonkan doa kepada sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat atau mudarat. Download Kejadian 11​—”Pada Mulanya Allah Menciptakan Langit dan Bumi” ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”​—Kejadian 11. Arti Kejadian 11 Ada dua hal penting yang bisa dipelajari dari kata-kata pembuka dalam Alkitab. Pertama, ”langit dan bumi”, atau alam semesta ini, punya permulaan. Kedua, semuanya diciptakan oleh Allah.​—Wahyu 411. Alkitab tidak memberi tahu kapan Allah menciptakan alam semesta atau bagaimana caranya. Tapi, Alkitab menjelaskan bahwa Allah menciptakan alam semesta dengan ”kekuatan-Nya yang sangat besar dan tenaga-Nya yang luar biasa”.​—Yesaya 4026. Kata ”menciptakan” berasal dari kata Ibrani yang hanya dipakai untuk Allah. a Di Alkitab, hanya Allah Yehuwa b yang disebut sebagai Pencipta.​—Yesaya 425; 4518. Konteks Kejadian 11 Ini adalah ayat pertama dalam kisah penciptaan di Kejadian pasal 1 dan 2. Kejadian 11 sampai 24 menceritakan dengan singkat apa saja yang Allah lakukan sewaktu menciptakan bumi dan segala isinya, termasuk pria dan wanita pertama. Setelah itu, Alkitab menceritakan lebih jauh bagaimana pria dan wanita itu diciptakan.​—Kejadian 27-25. Menurut buku Kejadian, penciptaan berlangsung selama enam ”hari”. Ini bukan hari yang lamanya 24 jam, tapi jangka waktu yang lamanya tidak diketahui. Di Alkitab, satu ”hari” tidak selalu berarti 24 jam. Misalnya, di Kejadian 24 dikatakan, ”Pada waktu semuanya diciptakan.” Lalu, ini diulangi dengan kata-kata ”Pada hari Allah Yehuwa membuat bumi dan langit.” Jadi di sini, kata ”hari” dan ”waktu” punya arti yang sama. Selain itu, ayat ini menyebut keenam hari penciptaan sebagai satu ”hari” saja. Pendapat yang Salah tentang Kejadian 11 Pendapat yang salah Allah baru menciptakan alam semesta ini ribuan tahun yang lalu. Faktanya Alkitab tidak mengatakan kapan alam semesta ini diciptakan. Kata-kata di Kejadian 11 tidak bertentangan dengan pendapat para ahli bahwa alam semesta ini sudah berumur miliaran tahun. c Pendapat yang salah Kejadian 11 menunjukkan bahwa Allah itu Tritunggal, karena di ayat ini, kata Ibrani untuk ”Allah” berbentuk jamak. Faktanya Kata Ibrani untuk ”Allah”, yaitu Elohim, ditulis dalam bentuk jamak untuk menunjukkan kemuliaan dan keagungan, bukan untuk menunjukkan jumlah. New Catholic Encyclopedia mengakui bahwa meskipun kata Elohim di Kejadian 11 berbentuk jamak, ”kata kerjanya selalu berbentuk tunggal, jadi bentuk jamak itu pasti menunjukkan keagungan, bukan jumlah”.​—Edisi Kedua, Jilid 6, halaman 272. Baca Kejadian pasal 1 serta catatan kaki dan referensi silangnya. وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ Arab-Latin Wa maṡalu kalimatin khabīṡating kasyajaratin khabīṡatinijtuṡṡat min fauqil-arḍi mā lahā ming qarārArtinya Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikitpun. Ibrahim 25 ✵ Ibrahim 27 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Mendalam Terkait Dengan Surat Ibrahim Ayat 26 Paragraf di atas merupakan Surat Ibrahim Ayat 26 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai pelajaran mendalam dari ayat ini. Diketemukan berbagai penjabaran dari berbagai mufassirin terkait kandungan surat Ibrahim ayat 26, sebagiannya seperti terlampir📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaDan perumpamaan kalimat yang buruk, yaitu kalimat kekafiran, layaknya pohon yang buruk untuk dimakan dan dirasakan, yaitu pohon hanzhal. Pohon ini roboh dari permukaan tanah, di karenakan akar-akarnya tertanam dekat dengan permukaan tanah, tidak memiliki akar yang kokoh, dan tidak ada cabang yang menjulang tinggi. Demikian pula orang kafir, ia tidak memiliki keteguhan pada dirinya dan tidak ada kebaikan padanya, dan tidak ada amal shalihnya yang diangkat kepada Allah.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram26. Sedangkan kalimat syirik yang buruk adalah seperti pohon yang buruk, pohon Ḥanẓal yang tercerabut dari akarnya, tidak kokoh di atas tanah, tidak menjulang ke angkasa, ia mati dan dihancurkan oleh angin. Kalimat kekufuran berakhir dengan kehancuran, tidak membawa naik amal baik pelakunya kepada Allah.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah26. Sedangkan perumpamaan kalimat kekafiran seperti pohon handzal yang rasanya sangat tidak enak, akarnya tercabut karena tidak kokoh dan tidak jauh masuk ke dalam tanah sehingga tidak dapat tegak. Demikianlah kalimat kekafiran yang tidak akan kekal dan pasti akan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah26. وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ Dan perumpamaan kalimat yang buruk Yakni kalimat kekafiran, dan segala perkataan yang mengandung keburukan. كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍseperti pohon yang buruk Terdapat pendapat mengatakan itu merupakan pohon sejenis labu yang berasa pahit. اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ الْأَرْضِyang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi Yakni yang tercabut dari akarnya sehingga menjadi kering dan dan terbawa oleh hembusan angin. مَا لَهَا مِن قَرَارٍtidak dapat tetap tegak sedikitpun Yakni tidak dapat tegak di tanah, demikianlah kalimat kekafiran dan keburukan, kesudahannya adalah kemusnahan. dan orang kafir serta kalimat kekafiran tidak memiliki keteguhan dan tidak memdatangkan kebaikan sama sekali, dan tidak mengundang ucapan dan perbuatan baik.📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi ArabiaSeorang mutadabbir berkata saat aku menunaikan shalat subuh hari ini bersama jamaah sang imam membaca surah Ibrahim, kemudian setelah selesai aku termenung sejenak mentadabburi ayat yang dibacakan oleh sang imam { وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ } "Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikitpun" dan ayat yang menurutku paling membuat ku takjub adalah { ۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ } "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?" seakan-akan ayat-ayat ini baru saja diturunkan semalam, begitu agungnya al-qur'an.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah26. Dan kata-kata yang keji adalah kata-kata ingkar dan kata-kata yang mengajak kepada keburukan dan kemahdharatan, seperti pohon yang buruk, yaitu sejenis tanaman labu yang dipetik dan dicabut akarnya dari permukaan tanah karena akarnya hanya menempel sedikit di permukaan tanah, tidak menancap, dan tidak tersisa apapun setelah dipanen. Seperti itulah perumpamaan kata-kata ingkar dan keburukan yang berakhir pada ketiadaanMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahPerumpamaan kalimah yang buruk} kalimat kemusyrikan {seperti pohon yang buruk} seperti tanaman labu {akar-akarnya telah dicabut} dicabut {dari permukaan bumi, dan tidak dapat tegak} tegak di atas bumi📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H26. Kemudian Allah menyebutkan lawannya, yaitu kalimat al-Kufr perkataan kekufuran dan cabang-cabangnya. Allah berfirman, “Dan perumpamaan kalimat yang buruk adalah seperti pohon yang buruk”, untuk dimakan dan dirasakan, ia merupakan pohon Handzhal dan pohon yang serupa lainnya “yang telah dicabut dengan akar-akarnya”, yakni pohon ini telah dicabut “dari permukaan bumi; tidak dapat tetap tegak sedikit pun, tidak ada keteguhan, tidak ada akar yang menahannya dan tidak ada buah bagus yang dihasilkannya. Bahkan kalaupun ada buahnya, tapi jenis buah yang jelek. Demikian pula kalimat kekufuran dan kemaksiatan. Tidak ada keteguhan yang bermanfaat dalam hati, tidak menghasilkan melainkan ucapan buruk, dan amalan keji. Orangnya pun justru terancam bahaya olehnya. Tidak mendapatkan manfaat darinya. Amalan shalih darinya tidak melaju naik kepada Allah. Tidak memberinya manfaat kepada dirinya, dan orang lain pun tidak merasakan manfaatnya.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ kalimatin khabitsah “yaitu perkataan kufur. كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ kasyajaratin khabitsah “bagai pohon yang buruk.” Yaitu hanzhalah. ٱجۡتُثَّتۡ ujtutstsat tercabut dari akar-akarnya. Makna ayat Firman-Nya وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٖ “Dan perumpamaan kalimat yang buruk,” perkataan kufur yang ada pada hati seorang kafir. كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ “seperti pohon yang buruk” yaitu buah hanzhalah, rasanya pahit, tidak bermanfaat, tidak memiliki akar yang kuat, dan tidak pula memiliki cabang yang menjulang ke langit. ٱجۡتُثَّتۡ yaitu dicabut dari akar-akarnya مِن فَوۡقِ ٱلۡأَرۡضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٖ “dari permukaan bumi, tidak mempunyai tempat menetap.” Yaitu tidak punya akar yang kuat, tidak berbuah kecuali menghasilkan buah yang pahit, tidak enak rasanya, dan tidak berkah. Pelajaran dari ayat • Perbandingan antara iman dan kufur, kalimat tauhid dan kufur, dan hasil dari keduanya berupa kebaikan dan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, Ibrahim ayat 26 Yaitu kalimat kalimat kufur dan cabang-cabangnya. Misalnya pohon hanzhalah sejenis labu yang pahit rasanya. Demikian pula kalimat kufur dan maksiat itu, tidak kokoh, tidak bercabang ke atas dan tidak berkah. Pelakunya tidak mendapatkan manfaat darinya, bahkan mendapatkan bahaya, amalnya tidak naik kepada Allah, tidak memberi manfaat bagi pelakunya apalagi orang lain.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Ibrahim Ayat 26Dan perumpamaan kalimat yang buruk kalimat kufur seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut akar-akarnya dengan sangat mudah dari permukaan bumi. Akar pohon itu tercerabut sehingga tidak lagi dapat menopangnya supaya dapat tetap tegak berdiri sedikit pun seperti sedia kala. Demikianlah, orang kafir tidak mempunyai keyakinan yang kuat dalam hati dan tidak ada amal darinya yang akan diterima oleh Allah. Allah meneguhkan hati orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh, yaitu kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad adalah utusan Allah, dalam kehidupan mereka di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dari jalan kebenaran, dan Allah berbuat apa saja yang dia kehendaki, seperti memberi hidayah kepada orang mukmin dan membiarkan sesat orang yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian beberapa penjabaran dari banyak mufassir mengenai isi dan arti surat Ibrahim ayat 26 arab-latin dan artinya, moga-moga membawa manfaat untuk ummat. Sokonglah syi'ar kami dengan memberi backlink ke halaman ini atau ke halaman depan Halaman Tersering Dilihat Terdapat ratusan topik yang tersering dilihat, seperti surat/ayat Al-Kahfi 1-10, An-Naziat, Al-Qari’ah, Az-Zumar 53, An-Nashr, Al-Ma’idah 3. Ada pula Al-Lahab, Bismillah, An-Nisa 59, Al-Ashr, Yusuf, Quraisy. Al-Kahfi 1-10An-NaziatAl-Qari’ahAz-Zumar 53An-NashrAl-Ma’idah 3Al-LahabBismillahAn-Nisa 59Al-AshrYusufQuraisy Pencarian surat 1 ayat 15, artinya al fatihah, surat 12 ayat 13, al hujurat 6, tulisan bismillah Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah Ilustrasi juz 26 dalam Alquran. Sumber adalah kitab suci umat muslim yang digunakan sebagai pedoman hidup dan beragama. Oleh karena itulah, setiap muslim dianjurkan untuk menggunakan Alquran sebagai landasan dalam berperilaku, beribadah, dan lain sebagainya. Dalam Alquran, terdapat 30 juz yang terdiri dari 114 surat. Lalu, Alquran juz 26 surat apa saja? Yuk, cari tahu jawabannya dalam artikel di bawah Surat dalam Alquran Juz 26 dan Isi KandungannyaIlustrasi juz 26 dalam Alquran. Sumber Alquran juz 26 surat apa saja? Berikut ini adalah nama surat dan isi kandungan dalam Alquran Juz 26 yang dikutip dari buku Mukjizat Matematik Al-Qur'an karya Sholikhin 20121236.1. Surat Al-AhqafSurat yang terdiri dari 35 ayat dan diturunkan di kota Mekkah. Surat Al-Ahqaf berisi tentang risalah Nabi Muhammad SAW yang tidak sebatas untuk umat manusia, namun juga golongan jin; perintah untuk patuh kepada orang tua; serta menjelaskan tentang orang yang mementingkan kehidupan dunia akan merugi di akhirat kelak sekaligus cerita tentang kisah Nabi Hud dan Surat MuhammadSurat yang terdiri dari 38 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Isi kandungan surat Muhammad menjelaskan tentang orang yang mati syahid akan masuk surga dan menjelaskan tentang permainan dalam kehidupan Surat Al-FathSurat yang terdiri dari 29 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Surat Al-Fath menegaskan bahwa agama Islam akan mengalahkan agama lainnya, menceritakan janji Allah kepada orang mukmin, serta menceritakan kabar gembira yang disampaikan kepada Rasulullah Surat Al-HujuratSurat yang terdiri dari 18 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Isi kandungan surat Al-Hujurat adalah tentang orang beriman yang diharamkan untuk berghibah dan mencari keburukan orang Surat QafSurat yang terdiri dari 45 ayat dan diturunkan di kota Madinah. Surat ini menjelaskan bahwa manusia akan bangkit dari kubur, menerangkan jika Allah lebih dekat dengan manusia daripada urut leher, dan memperlihatkan kejadian di langit dan Surat Az-ZariyatSurat yang terdiri dari 60 ayat dan diturunkan di kota Makkah. Namun, tidak seluruh ayat dalam surat Az-Zariyat berada dalam juz 26. Jadi, juz 26 diakhiri dengan Surat Az-Zariyat ayat 30. Dalam surat ini, Allah mengeaskan tentang tujuan diciptakannya jin dan bermanfaat. Anne يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى Arab-Latin Yaqụlu yā laitanī qaddamtu liḥayātīArtinya Dia mengatakan "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidupku ini". Al-Fajr 23 ✵ Al-Fajr 25 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangPelajaran Mendalam Berkaitan Dengan Surat Al-Fajr Ayat 24 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Fajr Ayat 24 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada aneka ragam pelajaran mendalam dari ayat ini. Terdokumentasi aneka ragam penjabaran dari beragam mufassirun mengenai kandungan surat Al-Fajr ayat 24, misalnya seperti tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia23-24. Pada hari besar itu neraka jahanam didatangkan. hari itu orang kafir sadar dan bertaubat. tetapi bagaimana kesadaran dan taubatnya bermanfaat baginya sementara di dunia ia melalaikannya dan waktunya telah berlalu? Dia berkata “seandainya didunia aku telah melakukan amal-amal yang bermanfaat bagiku di akhirat.”📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram24. Mereka berkata karena sangat menyesal, “Andai aku dahulu mengerjakan amal saleh demi kehidupan Akhiratku yang merupakan kehidupan yang sesungguhnya.”📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia1 . Pada ayat ini al-Qur'an menuliskan sebuah kata pada ayat dengan kata "لِحَيَاتِي" tidak dengan bentuk لهذه الحياة dengan maksud bahwa kehidupan ini pada hakikatnya tidak ada kecuali hanyalah kehidupan diakhirat saja, Allah berfirman { ,إن الدار الآخرة لهي الحيوان } yakni tempat di akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya. 2 . Seorang hamba jika berpaling dari perintah Allah dan menyibukkan dirinya dengan kemaksiatan, maka akan hilang darinya hari-hari kehidupan yang sebenarnya yang akan ia sesali setelah melalaikannya pada hari ketika ia akan berkata { يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي }Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah24. Seseorang yang sudah mengambil kesimpulan berkata “Alangkah baiknya jika aku melewati kehidupanku ini di dunia dengan berbuat baik dan beriman. Kata “ya” berfungsi sebagai tanbih pemberitahuan📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Dia berkata,“seandainya dahulu aku mengerjakan kebaikan untuk hidupku”} dahulu aku mengerjakan amal shalih untuk akhiratku📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H21-24. “Jangan berbuat demikian,” yakni, tidaklah semua harta yang kalian cintai dan semua kenikmatan yang kalian perlombakan akan kekal bersama kalian. Tapi di hadapan kalian terdapat hari besar dan huru-hara hebat yang menggoncangkan bumi dan gunung hingga dibuat menjadi hamparan yang datar, yang tidak ada yang curam ke bawah dan tidak pula menjulang tinggi. Kemudian Allah datang untuk memberi putusan di antara para hambaNYa di dalam naungan awan dan datanglah para malaikat mulia, seluruh penghuni langit “berbaris-baris,” yakni rapi baris demi baris. Setiap langit mendatangkan para malaikatnya secara berbaris-baris, yang meliputi semua yang berada di bawah mereka. Barisan-barisan ini adalah barisan penuh ketundukan dan merendah pada Yang Maharaja lagi Mahaperkasa. “Dan pada hari itu diperlihatkan Neraka Jahanam,” digiring oleh para malaikat dengan belenggu. Bila semua hal ini terjadi, “pada hari itu ingatlah manusia,” akan kebaikan dan keburukan yang pernah dilakukan, “akan tetapi mengingat itu tidak berguna lagi baginya,” sudah terlambat dan waktunya sudah hilang. “Dia mengatakan,” seraya menyesali apa yang telah disia-siakan di sisi Allah, “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal shalih untuk hidupku ini,” yang kekal dengan amal baik. Sebagaimana Firman Allah seraya berkata “Aduhai kiranya dulu aku mengambil jalan bersama-sama Rasul”. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku dulu tidak menjadikan sifulan itu teman akrabku” QS. Al-Furqon 27-28. Dalam ayat ini terdapat petunjuk bahwa kehidupan yang layak dicari kesempurnaannya dan layak dicari kenikmatannya uang sempurna adalah kehidupan di dalam negeri abadi, karena itu adalah negeri yang dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah Komite Fatwa Majelis Ulama KSA{ يَقُولُ } Dia akan mengatakan { يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي } alangkah baiknya jikalau sekiranya aku mengerjkan amal shalih, dan tidak mensia-siakan masa hidupku, dia berharap.... dan berharap, akan tetapi harapan itu tidak lagi berguna, dia menyesal.. dan penyesalan itu hanya tinggal ucapan, bukankah dunia telah disiapkan untuk mereka berbuat kebaikan, tetapi mereka tidak memperhatikan tawaran itu dan terjun bebas kedunianya dengan kemaksiatan.📚 Tafsir Juz 'Amma / Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar abad 14 HSeorang insan akan mengatakan يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي " Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidupku ini." Dia berangan-angan andai mengerjakan amal saleh saat hidupnya dahulu, kehidupannya yang mana? Apakah kehidupan dunia? Tidak demi Allah, kehidupan dunia telah berlalu dan selesai, dan kehidupan dunia bukanlah kehidupan dalam kenyataan, kenyataannya kehidupan yang diliputi kegundahan dan kesulitan, setiap kemudahan pasti akan diselingi dengan kesulitan, kesehatan pasti diikuti dengan sakit, setiap perkumpulan akan diiringi dengan perisahan, perhatikanlah yang terjadi, kemana ayah-ayah? Kemana saudara-saudara? Kemana anak-anak? Kemana Istri-istri? Apakah yang demikian disebut kehidupan? Oleh karenanya sebagian pujangga yang bijak mersenandung لَا طِيْبَ لِلْعَيْشِ مَا دَامَتْ مُنْغَصَةً لِذَاتِه بِأَكْدَارِ الْمَوْتِ وَالْهَرَمِ Tiadalah kebaikan pada kehidupan jika terus diiringi kesulitan, Dengan kesulitan yang berujung kematian dan masa tua.. Semua manusia sadar bahwa kesudahannya salah satu dari dua perkara Bisa matu atau pun tua. Kami tahu orang-orang dahulu mereka muda, pada masa muda belia, mereka diberi umur panjang, tetapi mereka dikembalikan ke usia tua yang terlemah, orang yang melihatnya akan kasihan saat kondisinya sudah amat lemah, begitulah kondisi manusia, bisa jadi ia akan cepat meninggal dunia atau dia diberi umur panjang dan dikembalikan kepada keadaan terlemah, apakah yang seperti kehidupan hakiki? Kehidupan sejati adalah yang dijelaskan oleh Allah 'Azza Wa Jalla وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ " Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan" maksudnya adalah kehidupan yang sempurna لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ "kalau mereka mengetahui"📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Fajr ayat 24 23-24. Pada hari yang besar itu didatangkan api jahannam, malaikat mengalirkan api jahannam ditempat yang dapat disaksikan dan membuat hati yang melihat merasa takut. Pada saat itu juga orang kafir mengingat amalan baik dan buruk atas apa yang telah lalu yang ia kerjakan di dunia, dan mengingat apa yang para Nabi dan Rasul janjikan akan hari kebangkitan, pembalasan, dan hisab. Dan ingatan mereka tidaklah ada manfaatnya pada hari kiamat. Karena sungguh telah berlalu waktu beramal dan telah datang waktu hisab, ia orang kafir berkata dengan penyesalan Seandainya saja aku di dunia berjuang dengan apa yang bermanfaat bagiku di akhirat, yaitu dengan beriman dan beramal dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, ayat ini kita mengetahui, bahwa kehidupan yang lebih layak untuk diberikan kerja keras kepadanya adalah kehidupan di akhirat, karena kehidupannya adalah kehidupan yang kekal abadi.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Fajr Ayat 2421-24. Sekali-kali tidak! janganlah kamu berbuat demikian. Apabila bumi diguncangkan berturut-turut, memuntahkan isinya, hancur lebur, kemudian muncul bumi yang sama sekali baru, dan setelah itu datanglah tuhanmu dengan cara yang tidak diketahui hakikatnya sama sekali oleh manusia; dan malaikat menunggu perintah tuhan sambil berbaris-baris penuh kepatuhan. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahanam kepada orang kafir agar mereka melihat dengan mata kepada sendiri apa yang dahulu mereka ingkari. Ketika semua itu terjadi, maka pada hari itu sadarlah manusia yang ingkar atas kealpaannya, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. Kesempatan untuk bertobat sudah tiada. Kini tiba saatnya untuk menghitung dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Betapa besar penyesalan orang kafir pada hari itu. Dia berkata dengan penuh kesadaran, 'alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini. ' penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh. 25. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya yang adil. Azab Allah mahadahsyat. Orang yang menerima azab Allah pada hari itu akan merasa sebagai orang yang paling dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikianlah bermacam penjabaran dari berbagai pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-Fajr ayat 24 arab-latin dan artinya, semoga memberi kebaikan bagi kita semua. Dukunglah kemajuan kami dengan memberikan tautan ke halaman ini atau ke halaman depan Konten Cukup Banyak Dilihat Ada berbagai topik yang cukup banyak dilihat, seperti surat/ayat Ali Imran 97, Al-Jin, Al-Baqarah 45, Ad-Dukhan, Tentang Al-Quran, Ali Imran 139. Termasuk Al-Baqarah 43, Al-Isra 25, At-Thalaq, Al-Qamar 49, Al-Ma’idah 8, Al-Hadid 20. Ali Imran 97Al-JinAl-Baqarah 45Ad-DukhanTentang Al-QuranAli Imran 139Al-Baqarah 43Al-Isra 25At-ThalaqAl-Qamar 49Al-Ma’idah 8Al-Hadid 20 Pencarian ... Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah

juz 26 tentang allah akan menggoncangkan langit dan bumi