Melaluitelepon hubungan dapat berlangsung dengan baik dari Sistem per 1 menit yaitu perhitungan biaya sambungan pembicaraan melalui t Pada prinsipnya system biaya ini hampir sama dengan biaya per tiga menit hanya seberapa lama pun pemakaian akan tetap dikenakan charge sesuai dengan menitnya. Gambar 2. Formulir penghitungan biaya Teleponmemang menjadi sebuah sarana yang sangat penting untuk bisa berkomunikasi dua arah tanpa memandang jarak. Namun berapa lama seseorang bisa melakukan pembicaraan nonstop melalui telepon? Ternyata hal ini pernah tercatat dan dilakukan oleh beberapa orang. Inilah tiga percakapan terlama yang pernah dilakukan nonstop melalui telepon. Telepon Alat komunikasi ini adalah alat komunikasi yang paling umum. Siapapun dapat menggunakannya tanpa perlu belajar lebih lama. Tetapi bukan berarti anda dapat menggunakan telepon untuk setiap pembicaraan. Gunakan telepon untuk mengawali pembicaraan penting sebelum anda memulai komunikasi melalui alat lainnya. Bisajadi ini salah satu alasan kenapa para pria 'hobi' memotong pembicaraan denganmu melalui telepon. Karena mereka akan bosan. Bagi mereka, wanita akan jauh lebih membosankan ketika berbicara lewat telepon. Kalau kamu tak sungguh-sungguh punya topik yang menarik, akan lebih baik letakkan teleponmu saja. AlatPerekam Pembicaraan Telepon (4 port) - Telephone Recorder Logger di Tokopedia ∙ Promo Pengguna Baru ∙ Cicilan 0% ∙ Kurir Instan. serta mencatat lama dari pembicaraan serta jam dan tanggal pembicaraan. (TCP/IP) dengan menggunakan software yang telah disediakan. Cara pemasangan Alat : - Line telepon yang akan direkam dicolokkan 2 Etika Bertelepon Etika bertelepon yang harus diperhatikan secara umum, antara lain: •Mengangkat dengan segera bila telepon berdering. • Memperkenalkan diri terlebih dahulu bila menerima atau menghubungi seseorang melalui telepon. •Menggunakan bahasa yang formal, baik, sopan, dan tepat. • Berbicara dengan jelas, ramah, dan menyenangkan. . Acompanhe a maior rede de pessoas empreendedoras de alto impacto do mundo! Fique por dentro dos nossos conteúdos, lançamentos e programas de apoio a scale-ups. Pemasaran zaman modern semakin banyak variasinya. Begitu banyak cara bisa dikembangkan untuk menghasilkan sebuah hasil maksimal pemasaran yang efektif. Salah satu metode yang dipergunakan saat ini adalah menggunakan telepon. Terlebih lagi, ketika bisnis kita adalah sebuah bisnis yang lebih terfokus kepada pendekatan yang personal kepada calon konsumen. Banyaknya media pemasaran membuat jasa pemasaran lewat telepon semakin “kencang” dalam berkompetisi melawan media sosial online dan media lainnya yang mulai maju. Respon yang cepat dari pendengar menjadi kelebihan menggunakan telepon dalam pemasaran menjadikan media ini masih menjadi primadona bagi bisnis sekarang ini. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dijalankan untuk mengembangkan skill kita dalam melakukan melalui telepon. 1. 1. Miliki Motivasi yang Tinggi dalam Setiap Telepon Anda Pendengar Anda tidak akan perduli jika Anda sudah membuat 50 panggilan sebelum Anda menelepon dia. Tapi sebanyak apapun telepon yang kita lakukan, selalu jadikan telepon tersebut sebagai telepon penting dan miliki motivasi 100 persen pada setiap pembicaraan. Jika Anda sendiri tidak tertarik dengan produk yang Anda jual, pembeli juga tidak akan tertarik dengan produk Anda. 2. 2. Percaya Dirilah Selalu Untuk menarik pendengar Anda kepada program yang Anda tawarkan, percaya dirilah pada diri Anda dan produk yang Anda miliki. Dengan itu, pendengar akan tahu seberapa berkualitas produk yang Anda miliki, dilihat dari betapa ber”api-api”nya Anda dalam menawarkan sebuah produk. 3. 3. Hormatilah Konsumen Ini berlaku bukan hanya pada penjualan telepon saja, tetapi setiap saat dalam kehidupan kita. Dalam percakapan telepon, haruslah dibina sikap yang sopan dan menghormati pendengar. Jika suatu saat orang yang Anda telepon sedang sibuk atau tidak bisa menjawab telepon Anda, jangan memaksa untuk menawarkan produk Anda. Aturlah jadwal untuk menelepon atau jika memang tidak ingin dihubungi, jangan memaksa mereka sehingga membuat telepon dari Anda seakan menjadi “mimpi buruk” bagi mereka. 4. 4. Miliki Komitmen yang Keras Pemasaran melalui telepon membutuhkan orang spesial yang tahu dengan jelas bagaimana menempatkan diri mereka sebagai penjual. Latihlah operator telepon Anda dengan sikap yang disiplin dan santun dalam melakukan pemasaran,. Jadikan mereka memiliki komitmen dan semangat untuk bisa memenuhi target yang Anda tetapkan, namun jangan jadikan mereka seperti kuda pacu yang tidak pernah istirahat. Hal ini akan menjadikan mereka stress dan bisa melakukan hal-hal yang tidak berkenan bahkan memalukan bagi bisnis Anda. 5. 5. Kembangkan Jawaban “Iya” dari konsumen Anda Mendapatkan jawaban “iya” dari orang yang Anda telepon bisa menghasilkan hasil yang positif untuk penjualan Anda. Sekali jawaban “iya” dari calon konsumen, akan menciptakan jawaban “iya” berikutnya sampai pada keputusan pembelian. Aukan pertanyaan-pertanyaan yang memicu pelanggan berkata “iya” sehingga memperoleh keputusan yang baik dalam transaksi. 6. 6. Follow up, Follow up, dan Follow up Hal ini menjadi kunci dari penjualan Anda. Follow up harus dilakukan untuk bisa mempertahankan komitmen dari konsumen Anda. Telepon mereka kembali meskipun mereka sudah melakukan transaksi untuk memastikan transaksi Anda berhasil. Dan bukan hanya itu, follow up juga bisa membangun hubungan yang baik antara Anda, dan konsumen Anda. 7. 7. Mulailah Lebih Awal dan Selesaikan Lebih Lama Penggunaan pemasaran lewat telepon memerlukan waktu yang lebih panjang dari media yang lainnya karena sifat media ini yang menggunakan pendekatan personal; sehingga penanganan setiap pelanggan dilakukan satu-persatu. Artinya, semakin banyak waktu yang terbuang. Untuk mencapai suatu keberhasilan memang dibutuhkan pengorbanan. No Pain No Gain Man..!! Penjualan melalui telepon menciptakan sebuah transaksi tanpa tatap muka, modernitas membuat segalanya menjadi lebih mudah, segalanya kembali kepada Anda untuk memanfaatkan setiap resources yang ada untuk menghasilkan sebuah pemasaran yang efektif. Selamat mencoba. - Pembicaraan bisnis atau hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan bisa dilakukan melalui telepon. Cara ini dinilai lebih praktis, karena Anda tidak harus bertemu langsung dengan klien atau pelaku bisnis yang bersangkutan. Hanya saja, menggunakan telepon sama seperti pembicaraan dengan bertatap muka langsung, harus memenuhi beberapa etika yang menjadi tolak ukur seberapa baik sikap profesionalisme Anda. Selain itu, menelepon klien dan pelaku bisnis harus dilakukan secara efektif sehingga tidak menimbulkan miss communication. Manfaat lain dari menelepon efektif, Anda bisa menyampaikan apa yang ingin Anda sampaikan dengan benar, jelas, dan tidak terjadi pengulangan yang membuat waktu terbuang percuma. Di bawah ini, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam pekerjaan sehari-hari. 1. Pilih Tempat yang Tenang Selalu pilih lokasi yang tenang sebelum menelepon klien. Anda tentu tidak ingin mengatakan, "Maaf, suara Anda tidak terdengar!" atau "Coba ulangi lagi!" berkali-kali selama menelepon, sangat membuang waktu dan tidak nyaman. Biasanya, seseorang yang menelepon dengan suasana berisik di sekitarnya akan meninggikan suara, hal tersebut akan dianggap tidak sopan oleh penerima telepon. 2. Sebutkan Nama/Perusahaan Terlebih Dahulu Ini adalah etika profesional dasar dalam dunia bisnis dan dunia kerja. Saat Anda menelepon seseorang, ucapkan salam lalu sebutkan nama Anda dan nama perusahaan Anda terlebih dahulu. Contohnya, "Selamat siang, saya Indri dari PT. Bahagia,". Menyebutkan salam dan mengucapkan nama sama seperti berjabat tangan pada pembicaraan bertatap muka langsung. 3. Jangan Membuat Penerima Telepon Menunggu Lama Saat Anda sedang berbicara melalui telepon lalu masuk sebuah panggilan baru, Anda harus meminta izin bila ingin menerima panggilan tersebut pada orang yang sedang berbicara dengan Anda. Bila dia setuju, Anda bisa menerima panggilan baru tersebut. Jika pembicaraan pada panggilan baru tersebut penting dan akan memakan waktu yang lama, segera sambungkan telepon Anda pada penerima telepon yang pertama. Katakan padanya Anda akan menghubungi dia kembali secepatnya. Jangan buat klien Anda menunggu terlalu lama karena itu akan membuang waktunya. 4. Dengarkan dengan Cermat dan Sabar Sama seperti percakapan dengan bertatap muka langsung, saat berbincang melalui telepon, dengarkan perkataan lawan bicara dengan cermat agar dia tidak mengulang. Jangan memotong pembicaraannya sebelum dia selesai berbicara. Jangan juga bertanya jika lawan bicara belum selesai berbicara. Saat berhadapan dengan mesin penjawab, Anda juga harus sabar menunggu perintah agar tidak terjadi kesalahan. 5. Ciptakan Percakapan Lanjutan Misalnya Anda mengirimkan barang yang telah disetujui oleh klien melalui transaksi telepon, pastikan Anda tidak hanya diam menunggu laporan atau kritik dari klien. Ciptakan perbincangan melalui telepon apakah barang yang dikirimkan telah sampai dan apakah ada keluhan atas barang tersebut. Klien Anda akan menganggap hal ini sebagai bentuk kepedulian Anda dan kemungkinan besar menjadi klien yang loyal. 6. Menelepon pada Waktu yang Tepat Pergunakan jam kantor untuk menelepon klien atau rekan. Pastikan Anda tidak menelepon seseorang pada jam istirahat. Jika Anda tidak yakin bahwa lawan bicara Anda memiliki waktu luang, tanyakan terlebih dahulu apakah waktu tersebut nyaman digunakan untuk berbincang. Karena Anda tidak akan pernah tahu apakah lawan bicara sedang sibuk atau tidak untuk menerima telepon Anda. 7. Meninggalkan Pesan Voicemail Ada kalanya sang penerima telepon meninggalkan fasilitas voicemail untuk merekam pesan berbagai telepon yang masuk. Jika Anda ingin meninggalkan pesan melalui voicemail, berikan nama Anda dan nama perusahaan Anda, apa kepentingan Anda menelepon dan tinggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Meskipun orang tersebut sudah tahu nomor telepon Anda, ada baiknya Anda meninggalkan nomor kontak. 8. Selalu Ramah Tidak dapat melihat wajah, bukan berarti orang yang sedang Anda ajak berbicara tidak bisa 'membaca' sikap dan menilai keramahan Anda. Intonasi suara bisa 'dibaca' dengan jelas tanpa perlu belajar. Karena itu, selalu jaga intonasi suara Anda, bersikap ramah, sopan dan jika bisa ditunda lakukan pembicaraan bisnis saat hati Anda dalam suasana baik. Menerima telepon terlebih lagi bisnis saat suasana hati sedang buruk dapat membuat orang yang Anda ajak berbincang tidak nyaman. [initial] Simak Juga Etika Bersenang-Senang di Kantor Apa Kaitan Tato dengan Sikap Profesionalisme? Ingin Karir Cemerlang? Ada Strateginya!vem/wsw How To Talk On The Phone Menjawab panggilan telepon atau membuat panggilan terkadang cukup sulit untuk yang baru mempelajari bahasa Inggris. Masalah suara dan tidak bisa melihat langsung orang yang dituju terkadang menjadi penghambat komunikasi. Namun jangan khawatir karena Anda masih bisa menguasai berbicara di telepon dalam bahasa Inggris. Anda hanya perlu menghafalkan beberapa kalimat yang penting untuk mengawali dan mengakhiri panggilan telepon. Dalam melakukan panggilan telepon, Anda juga harus dapat membedakan situasinya apakah formal atau informal. Untuk mempelajari lebih lanjut, mari kita simak penjelasan di bawah ini. Panggilan Telepon Informal Dalam melakukan panggilan telepon secara informal, biasanya Anda sudah mengetahui bahwa orang yang Anda hubungi adalah teman Anda sendiri atau orang terdekat Anda. Usahakan jika Anda menerima panggilan dari nomor yang tidal dikenal untuk menggunakan bahasa yang formal. 1. Cara Menjawab Telepon Secara Informal Hi Hai Hey Hei Yes? Iya? What’s up? Ada apa? 2. Cara Menanyakan Siapa Yang Menghubungi Jika Anda mendapatkan panggilan dari nomor yang dikenal namun dari suaranya terdengar familiar atau informal, Anda bisa menanyakan siapa yang menghubungi Anda secara informal juga. Contohnya adalah sebagai berikut Who’s this? Siapa ini? Do I know you? Apakah saya kenal Anda? Selanjutnya jika Anda yang menelepon, Anda bisa menjawab dengan “It’s nama Anda”. Contohnya “It’s Indra” Ini Indra. Dalam panggilan telepon yang informal, pembicaraan yang ada tidak bertele-tele. Biasanya pembicaraan di telepon akan langsung pada intinya. Tidak ada embel-embel menanyakan apa kabar dan semacamnya terlebih dahulu. 3. Cara Menutup Panggilan Telepon Informal Untuk menutup atau mengucapkan selamat tinggal dalam percakapan telepon secara informal, mudah sekali. Ada tiga cara untuk melakukannya yaitu berikut ini Bye! Dadah! See you! Sampai jumpa! Later! Sampai nanti! Berikut adalah contoh percakapan telepon informal secara menyeluruh A Hi, Lou! Hai, Lou! L Yes? Who’s this? Iya? Ini siapa? A It’s me, Annie! Ini aku, Annie! L Oh hey, Annie. What’s up? Oh, hei, Annie. Ada apa? A I want to ask you if I could borrow your notes from last week’s english class. Aku ingin bertanya apakah aku bisa meminjam catatan kelas bahasa Inggris minggu lalu. L Yeah sure. I’ll bring it tomorrow at school. Iya, tentu. Aku akan bawa besok ke sekolah A Thank you so much! See you! Terima kasih banyak! Sampai jumpa! L Later! Sampai nanti! Panggilan Telepon Formal Dalam melakukan panggilan telepon secara formal, pastikan Anda tidak menyingkat satu kata pun. Biasanya panggilan telepon formal dilakukan untuk urusan bisnis, pemesanan hotel, dan situasi formal lainnya. Termasuk juga jika Anda menjawab panggilan dari nomor yang belum Anda kenali. 1. Cara Menjawab Panggilan Telepon Secara Formal Untuk menjawab telepon secara formal, cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan Hello? Halo?. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan frasa Good Afternoon? Selamat siang? / Good Morning? Selamat pagi? / Good Evening? Selamat malam?. 2. Cara Menanyakan Siapa Yang Menghubungi Jika Anda mendapatkan panggilan dari nomor yang dikenal dan suaranya terdengar formal, Anda bisa menanyakan siapa yang menghubungi Anda secara formal juga. Contohnya adalah sebagai berikut To whom am I speaking? Kepada siapa saya berbicara? Who am I speaking with? Saya berbicara dengan siapa? Selanjutnya jika Anda yang menelepon, Anda bisa menjawab secara formal dengan mengatakan “It’s nama Anda” dan bisa juga ditambah keterangan asal Anda. Contohnya “It’s Indra from biology class” Ini Indra dari kelas biologi. Dalam panggilan telepon yang formal, pembicaraan yang ada biasanya basa-basi terlebih dahulu dengan menanyakan apa kabar dan semacamnya. Baru setelah itu akan masuk ke dalam inti pembicaraan. 3. Cara Menutup Panggilan Telepon Formal Untuk menutup atau mengucapkan selamat tinggal dalam percakapan telepon secara formal, ada formulanya tersendiri dan biasanya Anda selalu mengucapkan terima kasih terlebih dahulu. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya Thank you, I will see you tomorrow, then. Terima kasih, saya akan jumpai Anda besok kalau begitu Thank you and good day. Terima kasih dan semoga hari Anda baik Berikut adalah contoh percakapan telepon formal secara menyeluruh A Hello? Halo? B Good afternoon. Could I speak to Mrs. Arlette? Selamat siang. Bisa saya berbicara pada Ibu Arlette? A That’s me. To whom am I speaking? Itu saya. Kepada siapa saya tengah berbicara? B I’m Mr. Andre’s secretary. I would like to make sure that you’re still on for the meeting tomorrow. Saya sekretaris Pak Andre. Saya ingin memastikan Anda masih akan datang ke rapat besok. A Yes, of course. Thank you for your reminder. Iya, tentu saja. Terima kasih atas pengingatnya B No problem. I will inform Mr. Andre too. Tidak masalah. Saya akan kabari Pak Andre juga. A Thank you so much. Terima kasih banyak B Of course, Ma’am. Have a good day. Tentu saja, Bu. Semoga hari Anda baik Dalam materi kali ini, kita akan menyimak beberapa contoh percakapan singkat dalam bahasa Inggris yang terjadi melalui telepon antara kawan yang telah lama tidak berjumpa. Perhatikan terjemahan percakapan di bawahnya yang dapat membantu Anda memahami arti kosakata tertentu dalam bahasa Indonesia. DIALOGUE 1 David Hello, Anderson’s speaking. Bowie David? David Anderson? David Yes, it’s him. Who is this? Bowie Come on, man. Do you really forget my voice? David Umm… excuse me? Bowie You, daft! How dare you forgetting my voice. Oh, right, I know how… you’re such a big shot now. David My sweet God… you haven’t changed. Bowie Got who I am? David Bow Wow. Bowie Damn, I haven’t heard that name in a long time. David Bowie, right? God, I’m sorry. You literally just puffed into thin air after college. I couldn’t find you anywhere. Bowie Well, I’m right here. In front of the door of which I suppose to be your house. David Excuse me? Bowie I’m outside, David. Don’t be rude to your guest. Open the freaking door. It’s been five years since the last time I saw your sad little face. David Oh, my God. All right. Wait a minute. David Halo, Anderson sedang bicara. Bowie David? David Anderson? David Ya, ini dia. Siapa ini? Bowie Ayolah, kawan. Apa kamu lupa dengan suaraku? David Umm… mohon maaf. Bowie Heh. Bisa-bisanya kau melupakan suaraku. Oh, ya, aku tahu kenapa… kamu sudah jadi orang hebat sih sekarang. David Ya Tuhan… kau belum berubah. Bowie Sudah tahu aku siapa? David Bow Wow… Bowie Sial, aku sudah lama tidak mendengar nama itu. David Bowie, kan? Duh, maaf. Kamu sih, menghilang begitu saja setelah kita lulus kuliah. Aku nggak bisa menemukanmu di mana pun. Bowie Nah, aku di sini. Di depan pintu yang kurasa merupakan rumahmu. David Maaf? Bowie Aku di luar, David! Jangan nggak sopan gitu, dong, sama tamumu. Bukakan pintunya. Sudah lima tahun sejak aku melihat wajahmu yang melas itu. David Astaga. Oke-oke. Sebentar. DIALOGUE 2 Jane Hello, good morning. Edward Morning. Is this Ms. Eyre’s resident? Jane It is, indeed. Whom is it do you want to speak to, Sir? Edward I want to speak to Jane Eyre, please. Does she live there? Jane This is she. Whom is this I’m speaking to? Edward Jane! This is me, Edward Rochester. Jane Oh, my God, Mr. Rochester? How are you, Sir? It’s a surprise to hear your voice. Edward I’m doing well. Thank you. I hope it’s a lovely surprise, though. Jane It certainly is, Sir. Where do you live now? Are you still in Thornfield Hall? Edward Not anymore, Jane. The place got burned down not so long after you left. I live in Ferndean Manor with Mary and John now. Adela comes home from her boarding school on holidays. Jane Oh, Adela. How I miss her. Is she all right? Edward She’s thriving at school. And she misses you, too. Come visit us if you can. She would be jubilant if she sees you. Jane I will see and try to come, Sir. Next holiday. Edward I’ll take your words. See you, Jane. Jane Take care, Sir. Give my kiss to John and Mary. Jane Halo, selamat pagi. Edward Pagi. Apa ini kediaman Nona Eyre? Jane Betul. Anda ingin bicara dengan siapa, Pak? Edward Saya ingin bicara dengan Jane Eyre. Apa ia tinggal di sana? Jane Ini Jane. Dengan siapa saya bicara sekarang? Edward Jane! Ini aku, Edward Rochester! Jane Astaga, Pak Rochester? Bagaimana kabar Anda, Pak? Kejutan sekali mendengarkan suara Anda. Edward Aku baik-baik saja. Terima kasih. Kuharap itu adalah kejutan yang menyenangkan. Jane Tentu saja, Pak. Di mana Anda sekarang tinggal? Apakah Anda masih di Thornfield Hall? Edward Tidak lagi, Jane. Tempat itu terbakar tidak lama setelah kamu pergi. Sekarang saya tinggal di Ferndean Manor dengan Mary dan John. Adela pulang dari sekolah asramanya saat liburan. Jane Oh, Adela. Saya kangen sekali padanya. Apakah dia baik-baik saja? Edward Dia berkembang pesat di sekolah. Dan dia juga kangen kamu. Kunjungilah kami bila kamu bisa. Dia akan senang sekali bila melihatmu. Jane Saya akan melihat dan mencoba untuk datang, Pak. Liburan besok. Edward Akan kupegang kata-katamu. Sampai ketemu, Jane. Jane Jaga diri Anda baik-baik, Pak. Titip salam untuk John dan Mary. Semoga contoh di atas dapat memberi gambaran dan membantu Anda yang ingin membuka percakapan dengan kawan lama Anda. Anda juga dapat memraktikkan percakapan tersebut dengan kawan untuk melatih kemampuan bercakap dalam bahasa Inggris. Selamat belajar! 2. Menelepon untuk membicarakan hal yang penting Psikoterapis sekaligus penulis, Dr. Jenn Mann, menyarankan agar Anda berbicara lewat telepon hanya untuk membahas urusan penting dalam tahap awal PDKT. Jadi, jika Anda ingin membicarakan sesuatu yang menarik, pastikan bahwa topik tersebut bukanlah obrolan kecil yang berisikan basa-basi. Bila perlu, hubungilah ia lewat telepon untuk menanyakan kapan ia memiliki waktu luang untuk mengajaknya bertemu secara langsung. Simpanlah obrolan-obrolan kecil Anda hingga saatnya bertemu. Dengan begitu, Anda pun tidak akan kehabisan topik pembicaraan. 3. Jangan mengobrol terlalu lama Pernahkah Anda merasa jenuh saat mengobrol dengan seseorang? Hal serupa bisa terjadi saat menelepon. Pembicaraan yang terlalu panjang dapat membuat seseorang merasa jenuh, terutama bila Anda belum lama mengenal orang tersebut. Menelepon dalam waktu lama mungkin tidak jadi masalah bila dilakukan dengan pasangan. Namun, beda halnya saat Anda melakukan PDKT lewat telepon. Energi setiap orang akan mencapai puncaknya, lalu turun begitu percakapan mulai terasa membosankan. 4. Bahaslah hal-hal yang positif Selama proses pendekatan, Anda tentunya ingin menunjukkan keunggulan yang membuat seseorang menyukai Anda. Tujuan ini tidak akan tercapai jika Anda selalu mengeluh atau membicarakan hal negatif di telepon. Pembicaraan lewat telepon dengan orang yang Anda sukai sebaiknya diisi dengan topik yang menyenangkan dan menimbulkan energi positif. Bahaslah berbagai hal yang membuat Anda dan ia bersemangat. Cara ini akan membuatnya ingin menghubungi Anda lagi. 5. Tanyakan apakah ia merasa nyaman berkomunikasi melalui telepon Tidak semua orang senang berkomunikasi secara intens lewat telepon, dan ia yang sedang Anda ajak untuk PDKT bisa saja beranggapan serupa. Pasalnya, percakapan melalui telepon rentan menimbulkan kesalahpahaman antara satu sama lain. Setelah menjalani beberapa kali kencan dan menunjukkan lampu hijau, seharusnya sudah lebih mudah bagi Anda untuk bertanya mengenai hal ini. Jadi, cobalah tanyakan kepadanya mengenai cara komunikasi seperti apa yang lebih membuatnya merasa nyaman. Komunikasi lewat telepon tentu memiliki tantangannya tersendiri, begitu pula saat Anda melakukannya untuk PDKT. Ada saatnya orang yang Anda ajak bicara salah memahami maksud Anda dan merasa tidak nyaman karena hal tersebut. Meski demikian, Anda tidak perlu khawatir. Ajaklah ia bertemu langsung untuk menyatakan maksud yang tidak tersampaikan. Bagaimanapun, tatap muka adalah bentuk komunikasi paling efektif dan menelepon hanyalah satu dari sekian banyak cara untuk menunjang hubungan yang baik.

lama pembicaraan melalui telepon